MENUJU ZEROWASTE

Posted on August 7, 2018
Kenapa isi instagram story lu isinya tentang zerowaste?

Sejak kapan nih mulai keracunan?

Ah, paling juga hitungan bulan.

Sejak mengikuti beberapa akun influncer mengenai zerowaste di Instagram, saya mulai keracunan untuk mengikuti langkah-langkah mereka. Enggak semua efek dari Instagram itu buruk kok. Tergantung kita yang memilahnya apakah dapat memberikan efek yang positif atau tidak.

Saya sendiri hanya sekedar mengetahui secara umum mengenai zerowaste dan dalam praktek di kehidupan sehari-hari masih belum diterapkan. Tapi akibat feed instagram itu jadinya beli beberapa barang pendukung zerowaste. Sebeulnay zerowaste tidak mesti beli tapi apadaya dengan keunikan beberapa item jadi semangat untuk beli. HAHAHA.

Berikut beberapa item yang saya beli:

SEDOTAN STAINLES
Saya belinya di cleanomic nah awalnya mikir kayaknya enggak terlalu butuh banget deh soalnya saya doyan banget minum langsung di  leher botol atau gelas. Nah semenjak pake sedotan stainless ini jadi jarang "ngokop" deh.

SIKAT SEDOTAN
Nah ini tuh pasangannya sedotan stainless soalnya kan susah tuh kalo gak disikat ke dalam lubangnya. Jadi kayak pasangan yang fardhu'ain untuk dibeli

PRODUCE BAG
Produce bag ini biasanya dipakai untuk mengganti plastik yang digunakan untuk membungkus sayuran, buah, telur yang ada di supermarket. Selain bisa digunakan berkali-kali juga bisa dicuci. No plastic deh.

BEES WRAP
Saya baru tau mengenai bees wrap ini dari salah satu pengguna instagram yang saya ikuti. Kegunaanya bisa ngebungkus roti, buah, cemilan kantor di jam, dan penutup mangkok atau wadah. Di kantor banyak yang bilang aneh lah, lengket, tapi penasaran juga. Tapi ini tidak bisa digunakan untuk bungkus berbagai jenis daging. Untuk perawatannya bisa dicek di instagram kalikawrap

FJARMA WADAH DAN BOTOL
Saya itu termasuk doyan beli berbagai kontainer apalagi fungsi dan bentuknya yang aneh-aneh. Salah satunya ini nih fjarma dari IKEA dengan membelinya penuh perjuangan naik motor bok!. Jatuh cinta sama warnanya ijo luntur dan bisa dilipet gitu deh. Apalagi botolnya itu loh pernah jadi bahan mainan bocah kecildi commuterline. Unik nik nik..


Enggak semua saya beli baru sih ada beberapa item juga yang saya pakai kembali seperti tumbler starbucks, cutlery set korea oleh-oleh dari irfan ilmi, dan reusable bag karena pernah disindir oleh kasir supermarket.

Ada beberapa teman yang menanyakan juga "apa sih yang menguntungkan bagi lo ketika melakukan zerowaste"

Memang bentuk keuntungannya tidak terlihat secara kasat mata. Namun efeknya bagi bumi sangat besar. Apalagi dapat mempengaruhi orang banyak yang artinya makin banyak yang sadar betapa pentingnya untuk menyayangi dan melindungi bumi. -bijak-

Yuk Zerowaste!

SEMARANG

Posted on September 14, 2017
Semarang melengkapi ibukota yang ada di pulau jawa yang saya singgahi. Ke Semarang juga hanya mampir di stasiun untuk mengambil penumpang kereta yang berpergian ke surabaya. Kebetulan sekali awal mei ada rencana kesana. Undangan teman kantor menikah di Kudus (eh, kamu kapan?) jadi pasti mampir ke Semarang.

Tempat Menginap

Mungkin sudah banyak yang share untuk tempat menginap terbaik di Semarang. Tapi dikarenakan sebagai kaum urban dan pecinta bacpacker akhirnya memutuskan cari penginapan jenis dormitory (maklum tanggal tua gak dapet arisan pula). 

Plus
Booking kamar yang jenis private room 4 person shared bathroom. Sudah dapat sarapan walaupun bukan sarapan bintang 5 tapi lumayan buat ganjel perut. 
Rekomendasi sekali untuk bacpacker yang naik kereta tawang jaya, bisa early check in. Lokasinya juga dekat sama stasiun tawang! (keluar stasiun belok kiri). 

Minus
Fyi, untuk malam hari pagar gang ditutup mulai jam 10 malam, enggak rekomendasi untuk kamu yang balik larut malam.


Kuliner

Disana kita enggak terlalu kulineran cuman sempet lah nyobain leker legendaris Lekker Paimo. Enggak sempet foto karena rame tapi sempet masuk ke ig story. Lokasinya lumayan muter-muter karena guide lupa daerah Semarang. Kita ngikutin google maps akhirnya. Pas di lokasi dikira seperti kafe atau kedai dan ternyata itu seperti jajanan sekolahan. Iya emang posisinya depan sekolah juga sih. 
Dan antriannya enggak usah ditanya, panjang banget. Kita hampir 1,5 jam untuk mendapatkan lekker legendaris tersebut. Rekomendasi lekker telur pakai mozarella. Lumer!

Enggak lupa juga melipir di kafe Umbul Sidomukti. Ngemil ala kafe :D


Transportasi

Karena ber empat dan dilihat dari efisiensinya kita memutuskan untuk menggunakan sepeda motor. Sewa dari penginapan dikarenakan kita telat booking motor di Semarang. Yang tersedia lumayan mahal juga. Sewa motor waktu itu 60k motor/hari. Jadi untuk yang belum sempat booking motor di Semarang coba tanyain ke mas penjaganya untuk ketersedian motor disewa.


Sampokong

Di sampokong bagus untuk foto. Banyaknya warna yang cerah dan paparan matahari yang cukup terik. Jadi pas banget untuk stok foto di instagram. Masuk ke dalam klentengnya bayar, tapi diluar cukup untuk foto-foto. Saran untuk ke sampokong jangan terlalu siang karena cuacanya yang sangat terik. Sunblock muka jangan lupa!


Lawang Sewu

Banyak spot terbaik disini apalagi arsitektur bangunannya. Masuknya bayar 10k, enggak gratis minum ya. Masuk ke dalam hawanya berbeda setiap ruangan, ada yang dingin, lembab, dan panas juga sih kayak cuaca di luar. Kita juga enggak coba masuk ke ruangan bawah tanah kayak review lainnya. Karena kita juga enggak tau ruangannya di sebelah mana :D keasikan foto bangunan buat di masukin ke instagram kali ya.


Simpang Lima

Ke Simpang Lima cuman untuk makan malam aja. Suasananya seperti alun-alun di kota lainnya. Cocok untuk bapak dan ibu membawa putra putrinya untuk ngemong :p Muda mudi juga lumayan banyak yang nongkrong juga. Bahagia itu sederhana

BANGKU PRIORITAS

Posted on February 21, 2017
"Duduk nih mb, mumpung lagi kosong"

"Terima kasih pak, biar yang lain aja"

"Oh gitu, lumayan loh sampe Manggarai"

Penawaran itu sering banget saya terima kalo posisi sedang berdiri di depan bangku prioritas. Saya sendiri belum termasuk ke dalam kategori prioritas tersebut tapi suka kesel sendiri sih sama orang yang memang bukan kategorinya duduk, tidur, ditambah pake masker.

Gpp lah, namanya juga rejeki. Ye...

Terkadang juga bangku prioritas ini dapat menimbulkan konflik antara ibu-ibu dan mba-mba. Si ibu merasa masuk kategori prioritas karena merasa dirinya sudah lanjut usia dan si mba sedang hamil muda. Dan berakhir dengan kakek-kakek yang mengalah karena ada penumpang yang nyeletuk "itu yang cowok ngalah dong". Sadisnya dunia percommuterlinean.


Pasti sudah familiar deh sama penanda diatas. Penanda ini berada di ujung-ujung gerbong commuterline. Biasanya ditempel dikaca agar mudah dibaca sama pengguna commuterline. Dibaca sih cuman penerapannya masih belum baik menurut saya. Wajar karena memang infonya terlalu umum.

Lanjut Usia
Gambar : pria membawa tongkat sambil duduk
Fakta : ibu-ibu mengaku sudah lanjut usia

Sering banget nih ketemu sama ibu-ibu macem ini. Walaupun bangku penuh atau kosong tapi tetap mengaku lanjut usia. Kadang juga enggak mau mengalah dengan wanita hamil karena merasa dirinya termasuk ke dalam kategori lanjut usia. Di penanda tersebut memang tidak dijelaskan lebih detail mengenai kategori lanjut usia seperti apa, jadinya masih banyak dislahgunakan :B

Wanita Hamil
Gambar : wanita dengan perut hamil (di dalam perut ada bentuk love)
Fakta : wnaita hamil muda (1 - 4 bulan)

Di penanda terlihat jelas wanita hamil dengan kondisi perut berumur 7 s/d 9 bulan. Nah faktanya sulit sekali mengetahui wanita hamil yang berumur 2 s/d 4 bulan, karena memang kondisi perut belum terlihat. Pernah kejadian ada wanita yang meminta duduk dengan alesan sedang hamil namun ada aja yang nyeletuk "beneran hamil gak tuh mba?". Dan yang nyeletuk adalah wanita yang memang bukan termasuk bangku prioritas. Miris.

Penyandang Disabilitas

Gambar : Pria membawa tongkat sambil duduk
Fakta : Sudah sesuai

Kategori ini yang termasuk baik dalam penerapannya. Mayoritas pengguna memahami kalo yang membawa tongkat atau salah satu anggota tubuh dibalut perban memang termasuk kategori tersebut.

Ibu Membawa Balita

Gambar : Wanita memangku anaknya sambil duduk
Fakta : Ibu beserta anaknya yang memakai seragam sd

Ini kurang relevan antara gambar dan fakta. Pada gambar jelas sekali kalo yang berhak untuk di bangku prioritas adalah ibu yang memangku anaknya. Mungkin anak yang dimaksud kira-kira berusia 0-2 tahun. Nah kalo yang berumur diatasnya bagaimana? saran sih lebih baik untuk tetap tidak duduk di bangku prioritas.